Maka nya NyimAK Donkk..!!

Posted on 26 November 2010. Filed under: Komunikasi | Tag:, , , , , , , , , , , , , , |


Pernah ga merasa dicuekin Saat berbicara…??

Atau Kamu yang asik dengan smsan dan twitteran sehingga ga mendengarkan teman kamu yang lagi bicara..??

kalau pernah pasti kita semua setuju kalau dicuekin itu ga enak… sebenarnya kita telah lupa kalau komunikasi itu ga hanya berbicara tapi juga MENDENGAR….

Mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan orang lain kepada kita merupakan suatu hal yang sangat penting dalam berkomunikasi, agar maksud dan tujuan yang disampaikan orang lain kepada kita bisa diterima dan dicerna dengan baik, apakah itu berhubungan dengan hal pribadi atau profesional (bisnis). Mendengar adalah elemen terpenting dalam komunikasi selain berbicara.

Saat kita tumbuh dewasa, pendidikan rasanya sering sekali menekankan kepada kita untuk pintar berbicara tapi ga cerdas dalam mendengar. Itulah mengapa sering sekali ada permasalahan dalam kehidupan manusia, karena adalanya element komunikasi yang terlupakan yaitu: MENDENGAR.

Mendengar memang bukan suatu hal yang kelihatan ‘pintar’ dibandingkan jika seseorang ‘berbicara’. Seseorang di cap pintar jika terlihat pintar berbicara, tapi seseorang ga pernah di cap cerdas karena mendengar dengan cara menyimak dan hadir sepenuhnya. Padahal sering sekali permasalahan timbul diantara pasangan hidup, teman, kolega, keluarga, dan lain sebagainya, hanya karena kita salah mengerti apa yang mereka ucapkan akibat ga benar-benar menyimak apa yang mereka sampaikan kepada kita ataupun sebaliknya.

Kita sangat mengutamakan ‘pintar’ dalam berbicara. Akui saja, seringkali kita atau orang lain asal berkomentar, yang penting terlihat pintar, yang penting terlihat responsive, padahal apa yang dikomentari ga ada hubungannya dengan konteks yang dibicarakan. Kegiatan ‘asal komentar’ juga sering terjadi dalam dunia blogging, padahal komentarnya ga ada kaitan dengan konteks yang sedang dibahas. Mengapa hal ini terjadi? Mungkin karena supaya terlihat pintar, yang penting ikutan ngobrol dan nimbrung, yang penting komentar, yang penting ‘tampil’. Diatas semua hal itu, itu disebabkan karena kita ga terdidik, ga terlatih untuk MENJADI CERDAS DALAM MENYIMAK DAN HADIR SEPENUHNYA saat sesuatu disampaikan kepada kita. Pintar bukan berarti cerdas.

Mendengar yang baik adalah dengan cara MENYIMAK dan HADIR SEPENUHNYA. Jika mendengar hanya secara fisik, masuk kuping kiri keluar kuping kanan, maka seringkali belum tentu itu berarti menyimak dan hadir sepenuhnya. Seringkali kita secara fisik berada di depan seseorang yang sedang berbicara kepada kita, kuping kita men dengar apa yang ia ucapkan tetapi pikiran kita kemana-mana, sibuk memikirkan hal lain, sibuk memperhatikan hal lain, atau sibuk nge-cek sms, sambil cek Blackberry, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya.. (keterlaluan nich..heheee)

Bisa saja pada saat seseorang berbicara kepada kita, kita memikirkan atau melakukan hal yang ga ada kaitannya dengan apa yang orang tersebut bicarakan atau sibuk memberi respond dalam pikiran sendiri, serta sibuk memikirkan apa yang ingin diucapkan selanjutnya. Iya kan? Akhirnya  kita jadi tidak MENYIMAK dan tidak SEPENUHNYA HADIR saat seseorang menyampaikan sesuatu hal kepada kita. Ga heran sering sekali kita ga menerima sepenuhnya apa yang seseorang katakan, ga ‘ngeh’, salah mengerti, salah tangkap. Banyak sekali permasalahan antara manusia yang terjadi bukan hanya karena seseorang ga pintar berbicara, tetapi karena seseorang ga cerdas dalam mendengar dengan cara menyimak dan hadir sepenuhnya.

Salah pengertian antar manusia sering terjadi karena sesama manusia ga saling menyimak dan hadir sepenuhnya saat seseorang berbicara kepada orang lain.

Oleh karenanya mendengar, belum tentu berarti menyimak dan hadir sepenuhnya. Sering ‘kan kita mendengar kalimat “Makanya nyimak dong!”.

Mendengar yang cerdas adalah dengan cara menyimak dan hadir sepenuhnya terhadap  orang yang sedang berbicara kepada kita. Jadi, bukan hanya mendengar secara fisik. Menyimak dan hadir sepenuhnya bukan hanya sebuah kegiatan fisik bahwa kuping kita mendengar apa yang diucapkan seseorang, tetapi sebuah kegiatan mental dimana kita fokus secara mental terhadap apa yang diucapkan dan hadir sehadir-hadirnya. Hadir itu bukan hanya berarti secara fisik tubuh kita hadir saat seseorang berbicara kepada kita, tetapi hadir secara mental saat seseorang berbicara.

Coba amati, pasti sering sekali saat seseorang berbicara kepada kita, kita sibuk melakukan dan memikirakan hal lain. Ayo ngaku!🙂

Menyimak dan hadir sepenuhnya untuk seseorang yang sedang berbicara kepada kita bukan saja menghindari kita dari salah tangkap/salah pengertian dari hal yang disampaikan, tetapi juga membuat orang yang sedang berbicara kepada kita merasa dihargai. Merasa ‘didengar’.

Kebutuhan untuk dihargai adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Apakah Kamu sering merasa ‘ga didengar’ oleh teman Kamu, pasangan Kamu, kolega Kamu, atasan/staff Kamu? Rasanya seperti ga dihargai bukan? Perasaan ‘ga didengar’ adalah juga salah satu masalah dalam hubungan manusia, apakah itu hubungan pribadi atau hubungan kerja.

Perasaan ‘ga didengar’ membuat kita merasa tidak dihargai. Mendengar dengan cara menyimak dan hadir sepenuhnya untuk orang yang sedang berbicara dengan kita, membuat seseorang merasa dihargai.

Cobalah mulai menyadari apakah saat Anda berbicara, apakah seseorang menyimak dan hadir sepenuhnya buat Anda, atau ia melakukan hal lainnya. Atau cobalah menyadari saat seseorang berbicara, apakah Anda sibuk memikirkan hal lain dan atau sambil melakukan hal lain (misalnya sambil cek hand phone, Blackberry, Twitter, cek e-mail dan lain sebagainya).

Untuk meningkatkan kesadaran mengenai ‘menyimak dan hadir sepenuhnya’, mulailah sadari hal-hal ini:

1. Apakah Kita benar menyimak dan hadir sepenuhnya untuk orang yang sedang berbicara kepada Kita. Apakah Kita mengerti apa yang diucapkan?
2. Apakah Kita sepenuhnya menyimak dan hadir sepenuhnya saat orang tersebut berbicara kepada Kita? Apakah Kita memikirkan hal lain dan melakukan hal lain saat ia berbicara kepada Kita
3. Apakah orang lain pernah salah mengerti terhadap apa yang Kita ucapkan?
4. Apakah Kita pernah salah mengerti terhadap apa yang seseorang ucapkan kepada Kita?
5. Apakah Kita merasa dihargai saat seseorang menyimak dan hadir sepenuhnya ketika Kita berbicara kepada seseorang?
6. Apakah orang lain pernah merasa ga dihargai karena Kita  menyimak dan ga hadir sepenuhnya ketika ia berbicara kepada Kita?
7. Andai saja Kita dan orang lain saling menyimak dan hadir sepenuhnya, bukankah ini dapat menyelamatkan Kita dan orang lain dari pertikaian, debat dan argumentasi akibat salah pengertian? Bukankah ini dapat menyelamatkan Kita dan orang lain dari salah mengerjakan tugas  yang disampaikan kepada Kita atau orang lain?

Sadarilah hal-hal tersebut selama ini. Semakin Kita menyadari hal tersebut, kesadaran Kita untuk menyimak dan hadir sepenuhnya terhadap orang yang bebicara kepada Kita akan semakin meningkat. Bisa saja dengan kesadaran tersebut, akhirnya Kita bisa selalu melatih untuk menyimak dan hadir sepenuhnya saat seseorang berbicara kepada Kita. Mungkin saja, jika setelah Kita mempunyai kebiasaan baru ini, hubungan Kita dengan pasangan, keluarga atau hubungan profesional menjadi lebih baik, karena dengan menyimak dan hadir sepenuhnya membuat kita ga ada salah pengertian terhadap apa yang disampaikan orang lain, dan membuat orang lain merasa dihargai…

Ternyata MENDENGARKAN itu ga sulit ya, tapi mengapa banyak  sulit untuk melakukan nya…??

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: